Posts

Penyakitan Karena Usus Tidak Diurus

Image
Sebuah pesan inbox masuk dalam aplikasi sosial media saya. Ternyata teman lama yang sebenarnya jarang berinteraksi lagi di dunia nyata. Tapi rupanya rutin memperhatikan ragam tulisan edukasi kesehatan saya. “ Gue cuma mau bilang makasih! Tips-tips elu ajib ! Gue gak penyakitan lagi sekarang. Dulu gampang banget kena pilek, batuk, capek dikit tumbang, pokoknya tersiksa” Tulisnya. “ Ngapain aja memang?” Saya bertanya singkat  “Seperti tulisan-tulisan elu , gue ilangin tuh semua teh dan kopi dari lemari dapur” Tuturnya tetap berapi-api. “ Gue juga lebih mirip kambing sekarang, rakus sama sayur. Saingan sama codot, gak boleh liat buah nganggur dikit” Saya tertawa dengan analogi yang dia sampaikan. “Pokoknya semua yang lu tulis, gue kerjain deh ” Tutupnya dengan penuh keyakinan. “Agak esktrim gak menurut elu?” Saya balik bertanya. Dia menjawab mantap “Tidak! Gue bisa paham yang elu bilang tentang komitmen. Saat gue jauh lebih sehat, gue gak mudah sakit, gue fit! Itu ...

Mau Kulit Kenyal Awet Muda Sampai Tua?

Image
Mas, umur lo kan udah gak muda lagi ya?” Tanya seorang sahabat dalam sebuah diskusi kami kala makan malam. “ Makasih lohh ” Jawab saya sarkas. “Hihi, bukan maksud gue , kulit lo tetep kenceng gini , karena suplemen kolagen?” Tanya dia lagi. “ Muke lo jauh.. Males gue buang duit buat suplemen gituan ” Jawab saya datar. “ Lho jadi dapet dari mana? Ikan ya? Katanya sisik ikan itu sumber kolagen terbaik?”  Saya cuma menatap dia dengan pandangan heran, “ Emang ada gitu manusia normal makan ikan dengan sisik-sisiknya?” Kolagen Unsur satu ini memang naik daun pasca penemuan kadarnya yang relatif tinggi pada mereka yang awet muda ketimbang mereka yang relatif menua seperti orang kebanyakan. Namanya juga naik daun, akhirnya berlomba-lomba pihak yang mencari peluang menguntungkan dari rekayasa produk satu ini Sifat kolagen mirip dengan kerangka baja pembentuk bangunan. Seluruh sistem muskuloskeletal manusia, membutuhkan kolagen sebagai unsur penting. Tulang, otot, hingga liga...

Kenapa Melarang Ibu Saya, Seorang Penderita Kanker, Konsumi Daging?

Image
“Anda melarang ibumu makan daging?” Tanya salah seorang ahli kesehatan dalam satu kesempatan saat saya mengisi sebuah acara kesehatan. “Iya, karena dia penderita kanker” Jawab saya. “Anda nekat! Kalau ibu Anda dilarang makan daging, bagaimana caranya sel-sel baru tubuhnya bisa terbentuk? Proteinnya didapat dari mana?” Tukasnya agak emosional. Tanpa menjawab langsung, saya lalu mengambil sepotong irisan wortel dari mangkuk sup yang saya makan. Lalu saya tunjukkan ke beliau sembari menjelaskan, “Kalau ini tidak mengandung protein, dia bisa jadi akan berbentuk seperti gas yang melayang-layang di udara” Saya tersenyum sebelum melanjutkan “Dan ini bisa jadi sumber protein yang sangat baik bagi penderita kanker seperti ibu saya” Sambil tetap tersenyum saya sudahi pembicaraan dengan meninggalkan ahli kesehatan itu. Mungkin dia juga tidak bisa menerima penjelasan saya dengan baik. Tapi saya tidak terlalu peduli. Yang jelas ibu saya, penderita kanker paru stadium 4A, walau dulu divonis usianya ...

Meditasi dan Perjalanan Saya Pribadi

Image
Sekian tahun saya belajar yoga,  beragam pengalaman unik dengan meditasi saya alami. Awalnya saya tidak terlalu tertarik dengan sesi, yang sebenarnya mendominasi dunia yoga, ini. Namanya juga cuma paham yoga sebatas kulit, sebagai aktivitas fisik yang penuh aksi, di awal. Buat saya, siapa juga bisa duduk bersila, memejamkan mata, dan menarik nafas keluar masuk. Gak istimewa! Bandingkan dengan yoga, yang saya tahu saat itu, semisal berdiri terbalik dengan beralaskan kepala, itu kan aksi yang keren! Bisa membuat orang tertarik dan kagum. Jaman itu belum tren sosial media, bayangkan kalau jaman itu sudah ada sosmed, pasti akun saya dipenuhi oleh foto dan video saya pamer aksi beryoga. Perjalanan mempelajari yoga perlahan mulai mengubah pandangan saya tentang meditasi. Bahwa yoga dan meditasi itu sangat terintegrasi. Bahkan saat saya semakin serius mempelajari yoga dan mengenal konsep Astanga Yoga (Delapan Anak Tangga Yoga) yang diperkenalkan oleh maestro Patanjali . Di sana saya pah...

Kerugian Memasak Tumbuhan

Image
Dalam acara apapun, terutama saat menjalani sesi sarapan, meja saya umum dikerubungi oleh teman-teman yang antusias menanyakan pola makan sehat. Atau setidaknya tergelitik oleh menu yang saya pilih. “Kenapa buah sih?”, “Itu kenapa sayurnya mentah semua?”, “Memangnya gak takut sakit perut kalau sayurnya mentah?” Terlepas dari isu organik atau bukan, yang perlu sesi tersendiri, saya mungkin sudah seperti alat pemutar suara rusak yang berulang kali menyampaikan logika sederhana kenapa makanan utama manusia, tumbuhan, mayoritas harus dikonsumsi dalam keadaan segar. Menariknya, hampir setiap bahasan itu diulang, kerugian dari makanan dimasak ternyata memiliki perspektif yang berbeda-beda yang selalu menarik untuk dieksplorasi.  Memasak Merusak Energi Alam Sudah sering dibahas, bahwa oksigen memiliki sifat ambigu, di satu sisi menghidupi, di sisi lain mematikan secara perlahan. Perusakan molekul saat bersentuhan dengan oksigen telah umum kita kenal dengan nama oksidasi. Kita terbiasa me...

Hidup Penuh Arti Bukan Asal Tunggu Mati

Image
“ Ngapain sih repot-repot jaga makan?” tukas seorang teman satu saat. Saya hanya memandang dia tanpa berkata apa-apa. “Makan ya makan aja ” Ia menyerocos melanjutkan. Akhirnya saya membuka suara, “ Elu gak takut sakit?” Dia menukas dengan wajah meremehkan “Ah semua manusia pasti sakit, ujung-ujungnya bakalan mati juga!” Paparan teman saya itu membuat saya merenung sesaat. Dia tidak terlalu salah. Sebagai anak seorang dokter yang pernah mengepalai ruang intensive care unit atau rawat intensif di sebuah rumah sakit swasta terbesar di masanya. Pemandangan orang sakit parah menunggu waktu meregang nyawa tanpa daya adalah rutinitas yang biasa dijalani. Saking seringnya saya mengira bahwa semua itu adalah siklus manusia yang wajar untuk dilewati.  Yang mengganggu dari ucapan teman saya itu adalah fakta bahwa saat seseorang mati, ia tidak sadar bahwa proses meninggal dunia sering kali tidak dijalani sendirian. Seringkali ia, sebagai bagian dari mahluk sosial, akan menginisiasi reaksi ...

Jangan Mendewakan Makan Ikan

Image
“ Gue baca tulisan-tulisan elu , kayaknya makan protein hewani gak baik ya?” Tanya seorang teman yang sering berlatih yoga bersama. “Begitu deh” Jawab saya. “Bagaimana dengan ikan? Kan proteinnya lain?” Tanya dia lagi. “Memang ikan beda proteinnya” Jawab saya sambil nyengir. “Oh ya, termasuk protein apa jadi?” Dengan penuh antusiasme berharap jawaban pasti “Protein jin” Jawab dengan cengiran makin lebar "Ah resek lu " Dianggap Makanan Dewa  Makan ikan memang baik bila dipandang dari beragam sudut pandang. Semisal pokok bahasannya adalah ketimbang mengkonsumsi protein hewani dari daging merah dan daging unggas, memang ikan memiliki kelebihan. Ada alasan tersendiri di sana. Misalnya suhu ikan yang ada di bawah suhu manusia, sehingga saat dimakan, lemak daging ikan tidak akan membeku mengentalkan darah. Sehingga problem terkait darah relatif tidak akan terjadi saat kita makan ikan seperti kita makan daging merah atau unggas. Lemak pada ikan juga memiliki EPA (eicosapentaeoin...