Penyakitan Karena Usus Tidak Diurus
Sebuah pesan inbox masuk dalam aplikasi sosial media saya. Ternyata teman lama yang sebenarnya jarang berinteraksi lagi di dunia nyata. Tapi rupanya rutin memperhatikan ragam tulisan edukasi kesehatan saya. “Gue cuma mau bilang makasih! Tips-tips elu ajib! Gue gak penyakitan lagi sekarang. Dulu gampang banget kena pilek, batuk, capek dikit tumbang, pokoknya tersiksa” Tulisnya. “Ngapain aja memang?” Saya bertanya singkat “Seperti tulisan-tulisan elu, gue ilangin tuh semua teh dan kopi dari lemari dapur” Tuturnya tetap berapi-api. “Gue juga lebih mirip kambing sekarang, rakus sama sayur. Saingan sama codot, gak boleh liat buah nganggur dikit” Saya tertawa dengan analogi yang dia sampaikan. “Pokoknya semua yang lu tulis, gue kerjain deh” Tutupnya dengan penuh keyakinan. “Agak esktrim gak menurut elu?” Saya balik bertanya. Dia menjawab mantap “Tidak! Gue bisa paham yang elu bilang tentang komitmen. Saat gue jauh lebih sehat, gue gak mudah sakit, gue fit! Itu nikmat banget”
Isu tidak mudah sakit seperti menjadi kunci antusiasme teman lama ini. Saat bicara tidak mudah sakit, tentu kita bicara kekebalan yang baik yang kini ia miliki. Sesuatu yang dulu tidak dipunyai. Kekebalan tubuh mengacu pada fungsi pertahanan untuk melawan setiap ancaman yang ada serta berpotensi menyerang. Semakin baik kekebalan semakin sulit kita ada dalam kondisi sakit.
Tubuh Sehat = Usus Sehat
Sebenarnya rahasia kekebalan pertahanan tubuh ada dalam sistem cerna. Dari mulai mulut hingga usus. Sayangnya ini hal yang paling diacuhkan oleh banyak orang. Sejatinya semua makanan kita diserap dan diproses dari usus. Untuk itu usus memiliki sistem kekebalan sendiri, di dinding usus terdapat banyak lidah-lidah halus kecil yang biasa disebut villi, di Indonesiakan sebagai jonjot, yang dilindungi oleh banyak sekali Patch Peyer, kantung kelenjar kecil dari sekumpulan sel, yang bertanggung jawab terhadap kekebalan. Di sana juga bersemayam bakteri baik yang kini diketahui bertanggung jawab terhadap penghasil 70% dari daya tahan tubuh.Apapun yang diasup manusia lewat mulut akan melalui serangkaian pertahanan tubuh yang bisa melumpuhkan potensi serangan. Entah itu bakteri, virus, parasit, atau hal mengancam lainnya. Mulai dari air liur, asam lambung hingga penyerapan jonjot dengan mengandalkan patch peyer. Saat Anda makan baik, di mana harmoni sistem cerna terpelihara, jelas masalah apapun akan sulit mengganggu kesehatan. Fungsi lambung yang maksimal, hingga suasana usus yang harmonis memastikan semua ini.
Dari sini tidak salah bila dikatakan, “tubuh yang sehat harus memiliki usus yang juga sehat”. Bila kita memahami logika perawatan kesehatan dan pencegahan penyakit serta terbiasa menjalani itu semua. Banyak sekali faktor yang mendukung kalimat tersebut. Dan sebenarnya mengurus usus adalah salah satu faktor yang paling mudah.
Salah Makan Melemahkan Kekebalan
Tapi seperti yang telah sering diedukasikan, tubuh mungkin memiliki sistem pertahanan canggih untuk menghadapi serangan dari luar. Hanya ia lemah sekali saat berhadapan dengan perusakan akibat pengkhianatan dari dalam. Akibat ulah pemilik badannya sendiri.
Dan pengkhianatan itu umumnya dimulai dari hal paling sederhana, apa yang dipilih untuk makan dan minum sehari-hari! Tubuh tidak bisa berbuat apa-apa saat makanan yang masuk merusak sistem pertahanan. Tubuh tidak berdaya saat minuman yang ditenggak membuat sistem kekebalan berantakan. Salah makan yang sudah menjadi pola, membuat kekebalan tubuh terlemahkan.
Mengkonsumsi protein hewani secara rutin dan dalam jumlah banyak semisal akan membuat usus setengah mati memijat serta mendorong makanan sehingga otot-otot dinding usus akan menonjol serta membentuk kantung-kantung yang disebut diverticulum. Kondisi ini jelas mengganggu serta merusak fungsi jonjot dan pertahanan patch peyer. Jangan heran bila jasad renik pengancam yang lolos masuk dalam usus bisa diserap tubuh dan merusak kesehatan tanpa melalui banyak perlawanan.
Anda mengkonsumsi banyak tepung terigu dan turunannya? Ini pun bisa merusak kondisi kekebalan usus saat gluten, kandungan lengket yang ada di dalam terigu, menempel pada dinding usus. Menutupi serta mengganggu fungsi jonjot dan pertahanannya. Semakin tebal tempelannya, semakin lemah kekebalan tubuh yang diinisiasi dari usus.
Minum teh dan kopi rutin juga bisa jadi contoh pelemahan kekebalan tubuh terjadi di usus. Sifat diuretik, pembuang cairan tubuh, yang dikandung teh dan kopi bisa membuat sel-sel pembentuk usus terpengaruh. Ia mengeras, menggetas, bahkan cenderung menciut. Akibatnya fungsi jonjot dan kekebalan juga jelas akan terganggu.
Perlindungan Tubuh Pulih Saat Makan Diperbaiki
Apa yang diceritakan teman saya di atas menggambarkan hal ini secara lebih sederhana. Begitu ia membuang elemen-elemen buruk yang merusak kesehatannya. Hal yang paling ia keluhkan tentang mudah sakit berangsur hilang. Dulu tubuhnya rentan sekali terserang batuk, pilek. Katakanlah manifestasi batuk pilek adalah mudahnya virus influenza menyerang tubuhnya. Dari sini kita bisa menarik kesimpulan bahwa saat pola makan diperbaiki kekebalan tubuhnya pulih sendiri dan tidak mudah lagi diterobos oleh virus tersebut lagi.
Ada beragam aspek penjelas mengapa ini bisa terjadi. Tapi mari kita fokuskan pada kondisi usus yang kita bahas di tulisan ini. Semisal ambil contoh dari isu teman saya mengatakan ia banyak sekali mengkonsumsi buah dan sayuran. Mari asumsikan bahwa dari sini dulunya ia banyak mengkonsumsi protein hewani. Tadi telah dibahas bisa jadi ususnya, saat mudah sakit, dipenuhi oleh tonjolan divertikulum yang mengganggu fungsi kekebalan patch peyer bekerja. Begitu ia rutin makan yang kaya dengan serat, kerja ususnya menjadi ringan dan berangsur-angsur kantung divertikulum menipis serta menghilang. Fungsi kekebalan ususnya pulih seperti sedia kala. Dan virus tidak mudah lagi menyerang. Karena perlindungan menjadi maksimal.Kita sering sekali memandang remeh perawatan berbagai organ tubuh. Berharap semua berjalan seperti apa adanya walau diperlakukan semena-mena. Termasuk usus. Kita acap sekedar melihatnya sebagai sebuah organ yang menjadi jalur di mana makanan masuk, lewat, dan kemudian keluar dari badan. Tanpa mengetahui fungsi lain serta kompleksitas tersendiri yang membuat usus harus benar-benar diurus. Bila mau kesehatan terjaga baik, perhatikan secara lebih seksama apa yang Anda makan dan minum.



Comments
Post a Comment