Sahur Buah Puasa Sehat Puasa Nikmat
“Waduh sahur cuma pake gitu doang?” Tanya perawat ibu saya saat melihat menu sahur Ramadan tahun ini. Dia memang baru melihat kebiasaan yang sudah saya lakukan mendekati dua dekade. “Bener, mbak” Jawab saya singkat. “Apa gak lemes nanti ya?” Tanya dia keheranan sambil menenteng semangkuk mie instan dan segelas susu cokelat panas. Saya cuma tertawa pendek sebagai jawaban.
Andai lebih banyak orang yang paham, lebih banyak lagi manfaat puasa Ramadan termaksimalkan
Bukan Masalah Jumlah
Apa gak terlalu sedikit sahur dengan pasokan terbatas seperti buah? Apa gak sakit perut dan lemes nanti? Pertanyaan umum yang sudah beragam kali diberikan pada saya.
Sekali lagi saya harus membahas tentang istilah Ritme Sirkadian, sebuah siklus 24 jam dalam proses fisiologis seorang mahluk hidup. Pembahasan ritme tersebut kali ini terkait dengan kerja sistem cerna. Dimana pembagian kerjanya terbagi antara 3 siklus:
1. Siklus Makan 12.00 – 20.00
2. Siklus Penyerapan 20.00 – 04.00
3. Siklus Pembuangan 04.00 – 12.00
Siklus ini memang acap terlewatkan dalam pengetahuan umum kebanyakan orang, bahkan banyak dari ahli kesehatan sekalipun.
Di jam sahur, katakanlah sekitar, 03.00 -04.30 adalah momen siklus tubuh kita sedang menjalankan siklus serap dan siklus buang. Bukan siklus makan! Apa maksudnya?
Di sini kita harus mengerti bahwa tubuh tidak mengalokasikan energi cukup untuk memproses makanan masuk. Mode siap organ cerna seperti lambung, usus, lever, pankreas dan lainnya sedang ada di fase lain, bukan untuk mengkonsumsi makanan. Energi tubuh secara general digunakan untuk memproses fase lain. Akibatnya bila kita memaksakan makanan berat, hanya ada beban berkepanjangan buat badan, bukan manfaat yang terjadi tapi masalah menanti.
Jangan heran bila banyak sekali pelaku puasa yang mendapati dirinya lapar lagi, lemas, pusing, atau aneka rasa tidak nyaman lainnya padahal jam berbuka masih sangat lama.
Sahur Dengan Asupan Tepat
Kalau jam segitu bukan jam tepat untuk makan, apa saat sahur kita juga tidak boleh makan? Pertanyaan ini jelas keliru.
Bagaimanapun juga kita memerlukan sarapan untuk memulai hari. Di hari biasa atau hari-hari selama berpuasa, sarapan tetap dibutuhkan tubuh untuk menjadi modal menghadapi permulaan aktivitas.
Isunya lebih ke sisi sarapan dengan apa? Itu yang jadi pemikiran utama yang harus dipahami. Makanan apa yang mudah serap, tidak menyedot banyak energi, tapi tetap memberikan tubuh pasokan yang sesuai kebutuhan.
Pelaku makan sehat natural seperti FoodCombining, Alkaline Diet, Plant Based, RawFood, dan Vegetarian hampir semua sepakat memulai hari dengan mengkonsumsi buah-buahan atau sayuran segar.
Beberapa kemudian memfokuskan diri pada buah-buahan segar, karena kandungan fruktosa atau gula buah alaminya terbukti lebih mudah dikonversikan tubuh sebagai tenaga. Dan rasa manis serta keragaman teksturnya bisa membuat variasi sarapan dan sahur menjadi sangat kaya sehingga tidak membosankan.
Puasa bisa dijalani dengan amat sangat menyenangkan. Puasa memenuhi kodratnya sebagai pemicu hidup sehat.
Buah Adalah Anugerah
Buah kaya akan segudang manfaat. Tentu selama dikonsumsi benar. Kita tidak melulu membicarakan kalori, efek mengenyangkan atau bahasan dangkal tentang makanan sejenisnya. Kita bicara pada level yang lebih dalam dan maju lagi.
Buah kaya akan manfaat karena kandungan enzim, energi kehidupan yang bisa disumbangkan. Beberapa teori terkait enzim memang berbeda memandang buah, ada yang memandang enzim buah bisa dikonversikan langsung ke cadangan enzim tubuh manusia, ada juga yang mengatakan tidak, tapi setidaknya bisa digunakan tubuh untuk memproses buah itu sendiri sehingga tidak menguras cadangan enzim tubuh.
Apapun yang dipercaya, kekayaan enzim buah diamini oleh semua teori sebagai bentuk pemeliharaan tata kelola cadangan enzim agar kita bisa menjalani hidup berkualitas secara maksimal.
Semua versi teori manajamen enzim percaya, cadangan enzim yang habis sama dengan berakhirnya kehidupan. Tata kelola yang baik akan membuat hidup menjadi lebih panjang serta penuh kualitas.
Buah segar juga kaya akan antioksidan, pencegah kerusakan sel dini. Buah pun berlimpah akan mineral, vitamin, fitokimia, cairan serta segudang manfaat lainnya. Kerennya lagi, dipercaya oleh pelaku makan sehat mayoritas buah bisa mencerna dirinya sendiri tanpa harus menyedot energi tubuh. Sangat ideal dikonsumsi di jam sahur. Yang waktunya berlangsung di pertemuan siklus tidak ideal bagi alokasi energi untuk makan.
Tapi semua itu hanya akan terjadi bila buah dikonsumsi dengan cara benar.
Pertanyaan lanjutannya adalah bagaimana cara mengkonsumsi buah yang benar? Berikut salah satu ketentuan utamanya:
1. Konsumsi buah dengan perut kosong
2. Temani buah hanya dengan air putih berkualitas secukupnya
3. Kunyah perlahan pastikan tercampur air liur baik sebelum ditelan
4. Pilih buah lokal dengan waktu petik terpendek dengan santap
5. Fokus pada buah yang sedang musim dan matang sempurna
Tingkatkan kualitas puasa Anda dengan mengkonsumsi konten sempurna untuk memulai hari. Buah segar! Buah adalah anugerah dari Tuhan kepada alam untuk dimanfaatkan oleh manusia. Buah membuat puasa menjadi sehat dan nikmat!


Comments
Post a Comment