Tentang Diabetes dan Hidup Normal
Diabetes adalah salah satu penyakit yang paling menakutkan, dimana saat telah divonis menderita kehidupan tidak lagi sama. Kadang ada banyak hal menakutkan di sana, konsumsi obat seumur hidup, luka yang sulit sembuh, dan saat telah menjadi parah kebutaan, amputasi, hingga kelumpuhan mengancam.
Kenapa Bisa Diabetes
Setiap sel pada tubuh memerlukan gula untuk bekerja. Namun, sel-sel tidak dapat langsung mengubah gula menjadi energi. Maka dari itu, saat Anda makan dan kadar gula dalam darah Anda meningkat, harus dilakukan sesuatu yang bisa gula tersebut dimanfaatkan sesuai kebutuhan.
Untuk ini ada organ bernama Pankreas yang bertugas mengurangi kadar gula dalam darah dengan mengeluarkan insulin. Di mana fungsinya adalah mempercepat aliran glukosa ke dalam sel pada tubuh, terutama otot, agar bisa dimanfaatkan sebagai tenaga. Insulin juga merangsang hati untuk mengubah glukosa menjadi glikogen dan menyimpannya di dalam sel-selnya. Yang suatu saat bisa dipergunakan bila dirasa perlu.
Bila dilihat secara general, Diabetes adalah kondisi dimana terjadinya abnormalitas pankreas dalam memproduksi insulin sesuai kebutuhan gula darah dalam tubuh. Secara spesifik, kegagalan tersebut masih bisa dielaborasi lebih jauh. Ada kondisi di mana pankreas gagal memproduksi insulin karena masalah malfungsi, biasa dikategorikan dalam Diabetes (mellitus) Tipe 1. Ada juga kondisi di mana produksi insulin tetap ada namun tidak bisa memenuhi kebutuhan atau tubuh membangun semacam resistensi (penolakan), kondisi ini digolongkan dalam Diabetes (mellitus) Tipe 2.
Untuk menyederhanakannya sering tipe ini diklasifikasikan sebagai, tipe 1 terkait masalah genetik, sedangkan tipe 2 dikaitkan dengan gaya hidup. Sebuah penyederhaan yang sebenarnya secara realita tidak terlalu tepat
Gaya Hidup Ketimbang Genetik
Yang jadi masalah utama terkait diabetes adalah “bagaimana menjalani hidup setelah terdeteksi menderita?” Apakah disikapi dengan normal? Disikapi secara radikal? Keduanya bisa tidak tepat bila pelaksanaannya tidak sesuai realita. Sekedar bersikap normal seakan tidak ada apa-apa akan membuat kondisi diabetes menjadi buruk. Bersikap radikal juga bukan berarti baik, semisal bergantung 100 persen pada obat dan ketakutan berlebihan dalam menjalani hidup, ujung-ujungnya juga akan menjadi buruk. Kerusakan organ akibat ketergantungan obat serta deraan stres sudah umum didengar terjadi pada penderita diabetes
Penderita diabetes bisa menjalani hidup normal bila mereka disiplin menerapkan pola makan sehat terjaga secara harian. Berbeda dengan pemahaman konvensional, di mana acuan kalori menjadi pagar satu-satunya penderita diabetes, dalam pola hidup sehat yang mendahulukan makanan-minuman sebagai acuan, penderita diabetes bisa makan normal hingga kenyang tanpa pusing memikirkan hitungan kalori atau tersiksa oleh rasa lapar, selama mereka patuh pada apa yang bisa dimakan dan menjauhi apa yang sebaiknya tidak dimakan.
1. Konsentrasi Pada Sumber Nabati
Protein nabati yang mengandung asam amino lebih sederhana sangat cocok bagi penderita diabetes. Tidak banyak energi tubuh terkuras untuk menyusun ulang asam amino pada protein agar bisa dimanfaatkan tubuh. Banyak mengkonsumsi sayur, terutama yang segar, juga memberikan energi hidup serta kemungkinan lebih tinggi bagi tubuh untuk memperbaiki dirinya sendiri.
- Sumber pati atau karbohidrat tetap bisa dipertahankan, selama wujud asalnya sebisa mungkin dipertahankan senatural mungkin. Beras merah, beras cokelat, dan beras hitam bisa jadi acuan terbaik
- Kacang-kacangan seperti kedelai dan turunannya, kacang merah, lentil, kacang hitam, bisa juga ditambahkan ke menu utama harian
- Sayuran-sayuran aneka warna yang dipertahankan kesegarannya saat disantap. Budaya lokal asli mengkonsumsi lalap di Indonesia sangat membantu upaya ini. Dibandingkan dengan negara 4 musim, iklim Indonesia merupakan surge bagi mereka yang suka sekali mengkonsumsi sayur
2. Batasi Protein Hewani
Protein hewani adalah salah satu unsur yang saat diproses membuat pankreas bekerja ekstra. Banyak orang mengira bahwa mengkonsumsi gula tinggi adalah satu-satunya unsur yang membuat pankreas bekerja keras, sejatinya tidak begitu.
- Ikan, lebih baik konsentrasikan pada ikan berukuran kecil untuk meminimalisir kemungkinan limbah polusi yang terakumulasi dalam tubuhnya. Santap habis hingga ke tulang-tulangnya, agar manfaat bisa maksimal diserap
- Daging unggas seperti ayam, bebek konsumsi dalam jumlah seperlunya, sedikit saja
- Daging merah, seperti sapi, kambing dan sejenisnya sebisa mungkin hindari, konsumsi sesekali
- Telur dibatasi sekitar sebutir sehari
- Susu dari kacang-kacangan, konsumsi sebagai hidangan rekreasional belaka.
- Stop total susu hewan
3. Konstentrasikan Minum Air Putih Berkualitas
Banyak penderita diabetes yang abai sekali pada elemen penting ini. Padahal ketersediaan cairan tubuh yang memadai adalah modal utama tubuh berfungsi normal, termasuk melakukan perbaikan bagi kerusakan yang terjadi saat telah menderita diabetes
- Minumlah air putih berkualitas yang mengandung mineral cukup, mengandung anti oksidan, berPH pembentuk basa, serta memiliki molekul yang tepat sesuai kemampuan serap sel tubuh
- Minum dalam jumlah cukup, perhatikan warna urine agar selalu cerah atau bening
- Minumlah secara berkala kecuali jelang waktu tidur
- Perhatikan bila problem diabetes telah menyerang ginjal, minum berkala sesuai ketentuan
Diabetes bisa diatasi bila perubahan gaya hidup telah dilakukan secara holistik, menyeluruh. Bukan dilakukan parsial. Dianggap tidak diperlukan lagi bila telah sembuh. Perubahan gaya hidup, terutama pola makan, harus menjadi komitmen sepanjang usia.


Untuk konsumsi buah apa ada buah tertentu yang menjadi pantangan?terimakasih se belum dan sesudahnya
ReplyDeletesaya pelaku FoodCombining, di sana ada juklak makan buah yang aman
Deletetermasuk untuk kasus diabetes
Om saran air kemasan yg bagus
ReplyDeleteair mineral aja deh, jangan sebut merek
DeleteUntuk penderita diabetes apakah ada daftar menu dalam bentuk buku atau link nya Pak?
ReplyDeleteTerimakasih untuk bantuannya. 🙏
Saya bukan pelaku diet terapi sih.. Lebih mengedukasi pola makan sehat seperti Food Combining. Jadi penderita diabetes dalam lingkungan saya, ya mengadopsi pola makan ini
DeleteSaya penderita DM tipe 2 dimana sudah ada stroke iskemik jg jd sebaiknya pola makan apa yg di hindari dan pola food combining apa yg sesuai? Apakah ada panduan buku nya om eryk? Makaciy
ReplyDeletePola makan semacam Food Combining konteksnya tidak pernah diarahkan ke sisi terapikal, tapi perbaikan pola makan yang buruk, penyebab penyakit, ke pola makan baik yang membuat kondisi tubuh membaik lalu menjadi sehat
DeleteJadi gak ada FC buat DM 2 atau DM 1, gak ada FC buat sakit jantung, FC buat sakit kanker, dll. Semua hanya perbaikan pola makan berdasar ketentuan yang digariskan oleh aturan FC. Tujuannya? Agar tubuh menjadi sehat
Tubuh sehat memperbaiki sendiri masalahnya